osis.png

Sabtu, 7 April 2024, SMP Negeri 1 Mungkid mengadakan acara penyerahan santunan kepada siswa yatim/ piatu. Pemberikan santunan berupa uang kepada beberapa siswa yang termasuk anak yatim, piatu, yatim-piatu, maupun siswa kurang mampu. Agenda ini merupakan program sosial rutin yang merupakan inisiatif Bapak Ibu Guru Karyawan SMP Negeri 1 Mungkid. Total sebanyak 36 siswa/siswi mendapat bantuan santunan tersebut. Terdiri dari kelas VII sebanyak 11 siswa, kelas VIII sebanyak 14 siswa dan kelas IX terdiri dari 11 siswa. Kepala Sekolah, Muh Rohayat, S.Pd. menyampaikan, “Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk saling berbagi, semoga berkah untuk kita semua.” Begitu pula,  Guru PAI, M.Asrori, S.Ag, M.Pd., menambahkan, “ Pada Ramadhan tahun ini kami mengadakan santunan kepada anak-anak kami yang kurang mampu. Semoga dapat menambah semangat belajar dan mendapatkan berkah Allah SWT,  Aamiin.”

Kegiatan santunan yatim di SMP Negeri 1 Mungkid ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dan empati terhadap sesama tetap hidup dan terus bersemi di tengah masyarakat. Semoga kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk saling berbagi kebahagiaan dan berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya,  Bapak Ibu Guru Karyawan mengumpulkan dana sejumlah 1.8 juta rupiah dan ditambah dari donatur sebesar 3.6 juta rupiah untuk membantu seluruh anak yatim/piatu  di SMP Negeri 1 Mungkid.

Semoga kegiatan ini bermanfaat dan terus berlanjut serta terima kasih kepada seluruh Bapak Ibu Guru Karyawan beserta donatur dalam kegiatan ini. Semoga mendapat pahala berlimpah, Aamiin. (MAAW)

Pertemuan antara perwakilan orang tua/wali siswa kelas 7, 8, dan 9 dengan pihak sekolah yang diselenggarakan di ruang Lab IPA pada Kamis, 4 April 2024, menjadi momentum penting dalam membahas program sekolah serta masalah disiplin kehadiran dan penggunaan HP siswa di sekolah.

ortu.png

Pada sesi pertama, pertemuan membahas tentang tata tertib sekolah terkait larangan penggunaan HP serta detail teknis pengecualian yang dijabarkan pada surat edaran KS SMP N 1 Mungkid No 421/193/04.20.SMP/2024. Terkait penggunaan HP siswa di sekolah, dijelaskan bahwa siswa harus menitipkan HP kepada wali kelas selama tidak digunakan dalam pembelajaran. Orang tua diajak untuk memberikan penguatan terkait tata tertib tersebut agar siswa cermat dan bijak dalam penggunaan HP di sekolah.

Kemudian Diskusi terkait penggunaan HP juga dilanjutkan dengan kondisi penggunaan HP di rumah yang disampaikan oleh beberapa perwakilan orang tua/wali siswa. Orang tua menyampaikan dengan penggunaan HP yang tanpa pengawasan, anak cenderung menarik diri dari kehidupan nyata, banyak di kamar hingga akhirnya menimbulkan banyak masalah lainnya seperti siswa menjadi apatis, berkomunikasi dengan kasar, pendiam dan penyendiri, menyembunyikan sesuatu hingga berbohong. Orang tua menyepakati bahwa untuk mengurangi efek negatif penggunaan HP di rumah, orang tua harus tegas membatasi penggunaan HP, menjaga privasi anak namun tetap menanamkan keterbukaan sehingga berkala orang tua dapat mengakses dan mengecek konten di dalam HP, dan lebih baik lagi, orang tua harus mampu mengelola komunikasi aktif dan efektif untuk menumbuhkan ikatan batin antara anak dan orang tua dan keluarga dan anak ditanamkan nilai-nilai keluarga dan mengikuti peraturan orang tua. Orang tua/wali juga mengusulkan terkait penggunaan HP di sekolah, agar diadakan pemeriksaan serentak dan berkala serta diterapkan pendisiplinan literasi tulis bagi siswa yang melanggar secara konsisten sesuai poin-poin yang tercantum dalam surat edaran.

ortu_22.png

Selain tentang tata tertib larangan dan penggunaan HP Siswa, diskusi dilanjutkan dengan membahas tentang Disiplin Kehadiran menggunakan Aplikasi Barcode. Disampaikan oleh sekolah bahwa urgensi kehadiran menggunakan Aplikasi Barcode adalah untuk mendapatkan data yang valid terkait disiplin kehadiran siswa yang akan dipertanggungjawabkan pada proses akreditasi sekolah di tahun 2026 mendatang. Diketahui Bersama bahwa akreditasi sekolah akan berpengaruh sebagai komponen pertimbangan nilai akademis siswa. Pada pendisiplinan kehadiran menggunakan Aplikasi Barcode didiskusikan terkait sangsi pelanggaran yaitu membuat literasi tulis dari buku di perpustakaan. Orang tua diajak memberikan dukungan dengan mendampingi siswa membuat produk tersebut untuk memberikan efek jera secara positif. Disampaikan oleh perwakilan orang tua/siswa bahwa kesulitan siswa dalam membuat produk adalah melawan rasa malas dan capek dalam membaca dan menulis. Dengan adanya pendisiplinan ini justru orang tua/wali mendukung karena merupakan ajang melatih ketahanan belajar anak, tanggung jawab serta juga dapat menjauhkan anak dari aktifitas menggunakan HP.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan dukungan kuat dari orang tua/wali siswa terhadap program sekolah yang bertujuan menciptakan iklim belajar yang produktif dan kondusif, serta memperkuat profil pelajar Pancasila.

Dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan orang tua/wali siswa, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang seimbang antara penggunaan teknologi dan disiplin kehadiran yang memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa. Demi masa depan pendidikan yang lebih baik, kerjasama antara sekolah dan orang tua/wali siswa merupakan kunci utama dalam mencapai tujuan bersama. (DPS)

Dalam rangka menyongsong ujian sekolah yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 hingga 13 Mei 2024 mendatang, diadakan kegiatan Uji Coba Asesmen Sumatif Akhir Tahun Ke-2 (UCO ASA) mulai tanggal 25 Maret hingga 1 April untuk siswa kelas 9. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kesiapan siswa dalam menghadapi ujian sekolah dengan mengujikan semua mata pelajaran yang telah dipelajari selama tiga tahun pembelajaran di jenjang SMP.

uco1.png

Kegiatan uji coba pada hari pertama ini dilaporkan berjalan lancar dan tertib, siswa menunjukkan tingkat fokus yang tinggi terhadap kesiapan belajar mereka untuk memperbaiki capaian dari kegiatan serupa telah dilakukan sebelumnya. Dilaporkan bahwa UCO ASA Ke-1 sebelumnya telah dilaksanakan pada 19-24 Februari dengan hasil rata-rata nilai tertinggi dari perolehan nilai 11 mata pelajaran mencapai angka 88.91, sementara rata-rata pararelnya mencapai 64.77. Sebagai upaya perbaikan hasil UCO ASA ke-1 dan untuk memastikan bahwa siswa benar-benar siap menghadapi ujian sekolah mendatang, semua mata pelajaran dievaluasi secara menyeluruh dalam proses pembelajaran. Evaluasi lebih lanjut terhadap capaian materi yang masih rendah di setiap mata pelajaran dilakukan untuk mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang masih kurang.

uco2.png

Diharapkan, dengan adanya kegiatan UCO ASA ke-2 ini dan upaya evaluasi yang dilakukan oleh sekolah, siswa dapat lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ujian sekolah mereka. Selain itu, hal ini juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan bahwa setiap siswa mencapai potensi belajar mereka secara maksimal. (DPS)

Usai berhasil menjaring 246 peserta didik baru melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), SMP Negeri 1 Mungkid kembali melanjutkan rangkaian kegiatan PPDB dengan mengundang para orang tua/wali calon peserta didik baru pada Selasa(26/3/2024). 

gor1.png

Orang tua/wali calon peserta didik baru memadati GOR SMP Negeri 1 Mungkid untuk mengikuti rangkaian kegiatan sosialisasi program sekolah, informasi teknis daftar ulang, serta perkenalan dengan struktur organisasi SMP Negeri 1 Mungkid.

Dalam sosialisasi ini, sekolah menjelaskan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan setahun kedepan selama tahun ajaran 2024-2025. Acara yang diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah, Bapak Muh Rohayat, S.Pd berhasil menarik perhatian serta menyajikan sejumlah informasi penting mengenai gambaran tentang kegiatan dan program belajar mengajar yang akan dijalankan di SMP Negeri 1 Mungkid.

gor2.png

Dalam sambutan Kepala Sekolah, Bapak Muh Rohayat, S.Pd, menegaskan pentingnya kerjasama antara sekolah, orang tua dan masyarakat (Tri Pusat Pendidikan) dalam mendukung pendidikan yang berkualitas. "Sosialisasi program sekolah ini merupakan wujud dari komitmen kami untuk memberikan pendidikan yang relevan bagi setiap siswa”. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen sekolah untuk memberikan pendidikan berkualitas dan memastikan bahwa proses pendaftaran hingga daftar ulang tidak dikenai biaya dan akan dibebankan melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) 2024.

Acara dilanjutkan dengan paparan program kesiswaan yang disampaikan oleh Renggo Ayu Prahesti. Paparan tersebut mencakup aturan seragam sekolah, tata tertib sekolah, pembiasaan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Di sini, dijelaskan kegiatan kesiswaan tidak hanya berfokus pada aspek akademis, namun juga memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk berekspresi secara non-akademis. “Akan ada banyak kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang dapat diikuti oleh siswa dalam rangka mengembangkan potensi siswa” ujar Renggo.

Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk tetap mendampingi proses belajar siswa, mengingat calon peserta didik baru masih memiliki kewajiban untuk menyelesaikan pendidikan dasar hingga mendapatkan ijazah SD, meskipun sudah dinyatakan diterima di SMP.

Acara sosialisasi program sekolah di SMP Negeri 1 Mungkid tidak hanya menjadi wadah untuk memberikan informasi, tetapi juga merupakan momentum untuk membangun kemitraan yang kuat antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Dalam kegiatan ini juga didiskusikan terkait pengadaan seragam sekolah. Dijelaskan bahwa pengadaan seragam dapat dilakukan melalui Koperasi Karya Sejahtera, namun tidak bersifat wajib membeli melalui koperasi tersebut. Orang tua dapat mengadakan sendiri seragam sesuai dengan ketentuan tata tertib berseragam di sekolah.  

gor3.png

Dengan pemahaman yang baik dari orang tua calon peserta didik baru tentang peran mereka dalam mendukung pendidikan serta semangat kolaborasi dan komitmen bersama, dapat membentuk siswa yang berkarakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. (MAAW)

Dalam rangka meningkatkan Kamtibmas, Polresta Magelang laksanakan program Police Go to School. Personel Polresta menyampaikan berbagai imbauan dan larangan kepada para pelajar SMP Negeri 1 Mungkid, Senin (25/03/2024) pagi.

police1.png

Police Go to School Polresta Magelang berkesempatan hadir memberikan sosialisasi dan pembinaan. Kapolresta Magelang KBP Mustofa, S.I.K., M.H., diwakili Kanit Bintibsos Sat Binmas Polresta Magelang, Iptu Anjar Prahasto beserta jajaran, dalam sosialisasinya menyampaikan larangan terkait kenakalan remaja, penggunaan narkotika, bullying, aksi tawuran, dan menghimbau untuk taat berlalu lintas.

“Saat ini yang baru menjadi perhatian hampir di seluruh lembaga pendidikan adalah maraknya aksi kenakalan anak-anak di bawah umur ditingkat SMP, MTs, MAN, SMK, dan SMA. “Sudahi perkelahian antar pelajar. Jangan berurusan dengan narkotika. Ada banyak kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur, termasuk bullying yang juga banyak macamnya serta jangan mengendarai kendaraan kalau belum cukup umur. Taati aturan lalu lintas, tanamkan rasa disiplin sejak dini,” imbuh Iptu Anjar.

police2.png

Iptu Anjar juga menghimbau untuk lebih mengawasi kegiatan siswa siswi. “Mohon untuk Bapak Ibu guru lebih ketat dan tegas dalam mengawasi para murid. Jangan segan untuk mendidik mereka menjadi lebih baik lagi. Jalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan orang tua dan libatkan peran serta masyarakat” pinta Iptu Ajar.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Mungkid, Muh Rohayat mengucapkan terima kasih atas kehadiran jajaran Polresta Magelang. “Ini yang kami harapkan. Karena memang sedang marak terjadi kenakalan remaja termasuk anak seusia SMP. Untuk antisipasi, maka kami bekerja sama dengan Polresta Magelang untuk memberi sosialisasi terkait larangan kenakalan remaja, narkotika, dan sebagainya,” kata Muh Rohayat.

“Kami berharap para murid tidak berhubungan dengan kasus hukum, fokus saja dengan proses belajar, menambah wawasan dan ketrampilan yang bermanfaat agar nanti memiliki masa depan yang cerah. Bebragai cara sudah kami tempuh untuk mengantisipasi kenakalan remaja, khususnya untuk siswa kami. SMP Negeri 1 Mungkid merupakan Sekolah Siaga Kependudukan, Rintisan Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa tengah yang program-programnya sejalan dengan pencegahan kenakalan remaja. Parenting kepada orang tua, sosialisasi anti narkoba, anti bullying, anti pernikahan dini dan anti tawuran sudah kami lakukan. Bahkan kami juga menerapkan absen kegiatan anak pada malam hari secara online melalui link absen yang diisi orang tua sebagai langkah memonitor kegiatan anak dirumah” imbuh Muh Rohayat.

police3.png

police4.png

Rekap absen kegiatan anak pada malam hari secara online melalui link absen yang diisi orang tua tersebut, diperoleh data bahwa sebanyak 90,1% siswa beraktifitas di dalam rumah dengan pantauan orang tua, sedangkan 8,84% beraktifitas di luar rumah dengan pantauan orang tua. Sisanya, sebanyak 1,04% siswa beraktifitas diluar rumah tanpa pantauan orang tua. Hasil rekap ini menunjukkan peran serta yang penting dari orang tua dalam pendampingan kegiatan siswa baik di rumah maupun di luar rumah di malam hari. Dengan adanya sistem absen online ini, sekolah dapat memantau kegiatan siswa dan memastikan bahwa siswa berada dalam lingkungan yang aman dan dengan pendampingan orang tua. Meskipun demikian, terdapat juga sebagian kecil siswa yang beraktifitas diluar rumah tanpa pantauan orang tua, yang menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut dalam meningkatkan pendampingan dan pengawasan terhadap siswa di luar rumah dalam kaitannya juga untuk pencegahan kenakalan remaja. (MAAW)