Senin, 18 Maret 2024, menjadi momen bersejarah bagi ratusan calon siswa yang berbondong-bondong memenuhi SMP Negeri 1 Mungkid untuk mendaftarkan diri dalam Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025. Antrean yang panjang dan semangat yang membara menjadi pemandangan khas di hari pertama pendaftaran ini.

PPDB1.png

Dalam PPDB ini, SMP Negeri 1 Mungkid menawarkan kuota yang mencukupi untuk berbagai jalur penerimaan, mencakup Jalur Zonasi Murni, Zonasi Mutu, Afirmasi, Prestasi, dan lain sebagainya. Kuota yang tersedia, yang mencapai 246, ternyata tidak mampu menampung antusiasme masyarakat, dengan jumlah pendaftar mencapai 399 pada hari pertama Pk.14.00.

Menurut data yang dirilis, kuota PPDB SMP Negeri 1 Mungkid untuk tahun ajaran 2024/2025 terbagi menjadi Jalur Zonasi Murni 105, Zonasi Mutu 18, Afirmasi 20, Afirmasi Disabilitas 8, Afirmasi ATS 8, Prestasi 74, dan Perpindahan Tugas Orang Tua 13. Adanya beragam jalur penerimaan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi warga negara usia sekolah untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Renggo Ayu, Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 1 Mungkid, memberikan ulasan tentang hari pertama pendaftaran yang berlangsung dengan lancar meskipun cukup ramai. "Hari pertama lumayan ramai dan lancar. Walau dalam bulan Ramadhan, pihak panitia dan pendaftar tetap antusias pada pelaksanaan PPDB TP 2024/2025," ujar Renggo Ayu.

PPDB2.png

Kegiatan pendaftaran akan berlangsung hingga tanggal 20 Maret 2024, diikuti dengan analisis data pada tanggal 21 Maret 2024. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 22 Maret 2024, sementara proses daftar ulang bagi calon siswa yang diterima akan berlangsung pada tanggal 22-23 Maret 2024.

PPDB merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan pendidikan setiap tahunnya. Dengan proses yang transparan dan adil, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan berkualitas bagi siswa-siswa SMP Negeri 1 Mungkid pada tahun ajaran mendatang. (MAAW)

WhatsApp Image 2024 03 18 at 13.34.23Pada Jum’at, 15 Maret 2024, SMP Negeri 1 Mungkid Kabupaten Magelang menjadi pusat kegiatan penting dalam upaya mewujudkan rintisan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di wilayah Mungkid khususnya. Acara ini melibatkan berbagai pihak termasuk Dinas Sosial PPKB PPA Kabupaten Magelang, sekolah-sekolah binaan, serta tim SSK SMP Negeri 1 Mungkid beserta berbagai organisasi siswa.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengimplementasikan program SSK SMP Negeri 1 Mungkid yang telah diakui dan mendapat penghargaan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan kriteria Paripurna berdasarkan surat keputusan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, dilakukan sosialisasi dan penandatanganan MOU/Nota Kesepakatan Bersama antara SMP Negeri 1 Mungkid dengan beberapa sekolah mitra, yaitu SMP Negeri 2 Mungkid, SMP Muhammadiyah Mungkid, MTs Muhammadiyah 1 Mungkid (Meduro), dan MTs Muhammadiyah 2 Mungkid (Sirojudin).

"SMP Negeri 1 Mungkid ditunjuk oleh Dinas Sosial PPKB PPA Kabupaten Magelang menjadi Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Magelang tahun 2023 dan telah menjadi Sekolah Siaga Kependudukan kriteria Paripurna di tahun 2024," ujar Muh Rohayat, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Mungkid. "Sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), SMP Negeri 1 Mungkid perlu mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah binaan sebagai upaya untuk mewujudkan rintisan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di wilayah Kabupaten Magelang."

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Ketahanan Keluarga Dinas Sosial PPKB PPA Kabupaten Magelang, Nanik Susilowati, S.Sos., MM., juga memberikan penekanan mengenai pentingnya program SSK. "Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah program sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran," jelasnya. "Tujuannya adalah untuk memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan, menumbuhkan sikap tanggung jawab, dan perilaku adaptif berkaitan dengan dinamika kependudukan."

Peserta kegiatan ini terdiri dari 4 kepala sekolah binaan SSK atau yang mewakili, 4 guru sekolah binaan SSK, 4 siswa sekolah binaan SSK, Tim SSK SMP Negeri 1 Mungkid, dan 30 siswa pengurus inti OSIS, MPK, Pramuka, PMR, dan Kader Adiwiyata SMP Negeri 1 Mungkid. Semua pihak terlibat aktif dalam proses sosialisasi dan pengimbasan sekolah siaga kependudukan, menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berkesinambungan.

Dengan kerjasama yang solid antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan program Sekolah Siaga Kependudukan dapat memberikan dampak positif yang besar dalam membangun kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam mengelola dan mengatasi tantangan kependudukan di masa depan. (MAAW)

Dalam semangat kepedulian dan kegiatan sosial, PMR SMP Negeri 1 Mungkid telah menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat yang sangat berarti di Posyandu Kencana Sari, dusun Blambangan, desa Mungkid. Melibatkan semua unsur penting dalam pengelolaan Posyandu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menggugah kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam masyarakat, khususnya dalam konteks kesehatan balita.

Posyandu, sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, menjadi wadah penting dalam memberikan perhatian khusus terhadap tumbuh kembang anak-anak balita. Dengan melibatkan anggota PMR, kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter dan kepedulian sosial bagi para anggota PMR.

PMR1.png

Kegiatan bakti masyarakat ini telah melibatkan berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan Posyandu Kencana Sari. Mulai dari anggota posyandu desa, pengurus Posyandu Kencana Sari, guru pembina ekstra PMR, hingga tenaga kesehatan yang terdiri dari Bu Parmiati, bidan desa Mungkid, dan Bu Ani Gayatri sebagai pendamping desa. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan dan kebersamaan dalam menjalankan misi kemanusiaan, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

Salah satu keunggulan dari kegiatan ini adalah pengalaman praktik langsung yang diberikan kepada anggota PMR melalui Posyandu. Dengan melibatkan mereka dalam proses pemeriksaan kesehatan balita, pengukuran pertumbuhan, dan penyuluhan kesehatan, anggota PMR tidak hanya mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai pentingnya kesehatan anak-anak, tetapi juga mengasah keterampilan interpersonal dan kepedulian sosial yang sangat berharga.

Bidan dari puskesmas setempat menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif yang signifikan. Selain memberikan kontribusi nyata dalam pemantauan tumbuh kembang anak-anak balita, kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk pendidikan dan pengalaman belajar bagi anggota PMR. Dengan demikian, PMR SMP Negeri 1 Mungkid telah memberikan contoh inspiratif tentang bagaimana kolaborasi antarwarga masyarakat, sekolah, dan tenaga kesehatan dapat menghasilkan dampak positif yang besar bagi kesejahteraan bersama.

PMR2.png

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang terus terjaga, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, tidak hanya kesehatan masyarakat yang terus terjaga, tetapi juga terbentuknya generasi muda yang memiliki kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. (NER)

Pada Kamis, 14 Maret 2024, pukul 10.00-12.00, SMP Negeri 1 Mungkid menyelenggarakan kegiatan yang menarik dan bermakna: Orang Tua Mengajar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat profil pelajar Pancasila khususnya dalam topik kewirausahaan untuk siswa kelas 7 dan 8. Di tengah pandangan yang semakin berkembang tentang pentingnya wirausaha di era modern ini, pembelajaran seperti ini menjadi krusial untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan.

Mengambil peran penting dalam kegiatan ini, orang tua siswa dari kelas 7 dan 8, yang mayoritas berprofesi sebagai wiraswasta baik dalam bidang jasa maupun barang, memberikan kontribusi berharga. Dengan pengalaman dan pengetahuan mereka dalam dunia kewirausahaan, mereka menjadi fasilitator yang sangat berharga dalam memberikan wawasan kepada anak-anak mereka serta rekan sekelasnya.

Sebanyak 13 orang tua dari kelas 8 dan 16 orang tua dari kelas 7 terlibat dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya menyampaikan pengetahuan mereka tentang kewirausahaan, tetapi juga secara aktif terlibat dalam interaksi dengan siswa. Melalui diskusi langsung, mereka membantu mengidentifikasi minat, bakat, potensi siswa, serta potensi lingkungan dan sumber daya masyarakat di sekitar mereka. Hal ini memberikan perspektif baru bagi siswa dalam memahami dunia bisnis dan wirausaha.

KWU.jpg

Salah satu orang tua siswa,Ibu Yusrana Wulandari, menyampaikan saran dengan menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam memperkuat pendidikan siswa. Tidak hanya itu, Bapak Nunung Zudianto, juga mengusulkan untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan studi banding atau praktik langsung di lapangan. Ini akan memberikan pengalaman praktis yang lebih mendalam bagi siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh.

Kegiatan ini berlangsung lancar dan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Namira, siswa kelas 8H menyatakan bahwa kegiatan belajar dengan orang tua di kelas merupakan kegiatan yang seru karena bisa mendapatkan pengalaman dan cerita langsung dari orang tua sejak awal merintis usaha dan proses jatuh bangunnya. Secara umum siswa kelas 8A menyatakan asyik, karena mendapatkan pengalaman lebih luas dan nyata, penjelasan mudah dimengerti, dan juga seru karena jadi lebih kenal dengan orang tua temannya.
Dengan adanya partisipasi aktif dari orang tua dan siswa tersebut, harapannya adalah bahwa ini akan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan komunitas orang tua, serta akan membantu siswa dalam mempersiapkan diri untuk masa depan yang penuh tantangan namun penuh peluang di dunia kewirausahaan. (AMA)

popda2421.jpg

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Magelang Tahun 2024 telah sukses digelar pada Senin hingga Kamis, 04-07 Maret 2024, dengan menghadirkan semarak dan semangat juang para atlet muda. Acara ini menjadi panggung bagi bakat-bakat terbaik Kabupaten Magelang untuk bersaing dan menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai cabang olahraga.

Berlokasi di beragam tempat yang disiapkan dengan baik, kegiatan ini menampilkan beragam cabang olahraga, mulai dari bola voli di Lapangan Setda Kabupaten Magelang, sepak bola di Stadion Gemilang, basket, atletik, dan renang di SMA Taruna Nusantara, bulutangkis di Gor Djarum, silat di GSG Borobudur, karate dan taekwondo di Gor Pagersari, hingga wushu di Gor Desa Semali Bandongan. Dengan begitu, setiap cabang olahraga memiliki tempat yang sesuai untuk menyalurkan semangat dan prestasi.

Partisipasi dari 60 atlet SMP Negeri 1 Mungkid dalam 11 cabang olahraga memberikan warna tersendiri pada acara ini. Dari usaha keras dan dedikasi yang mereka tunjukkan, sebanyak 48 atlet berhasil meraih juara, menegaskan bahwa persiapan yang matang dan semangat juang yang tinggi merupakan kunci kesuksesan dalam setiap pertandingan.

popda242.jpg

Pembukaan POPDA tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2024 diawali dengan upacara yang diinspeksi oleh Asisten Ekonomi Pembangunan, Nanda Cahyadi Pribadi, yang mewakili Pj. Bupati Magelang. Kehadiran pengampu kepentingan terkait, perwakilan atlet pelajar dari seluruh Kabupaten Magelang, wasit, dan panitia pelaksana, menjadikan momen ini semakin istimewa dan berkesan.

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Mulyanto selaku ketua panitia menyatakan bahwa POPDA merupakan lebih dari sekadar ajang olahraga. Ini adalah wahana bagi para peserta untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, serta menjaga kesehatan dan kebugaran. POPDA juga menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga. Dalam amanatnya, Kepala SMP Negeri 1 Mungkid, Muh Rohayat menggarisbawahi bahwa prestasi tidak hanya terkandung dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang non-akademik seperti olahraga. POPDA menjadi bukti nyata bahwa melalui seleksi yang ketat dan latihan yang rutin, para atlet dari SMP Negeri 1 Mungkid mampu meraih keberhasilan yang gemilang. Para juara diharapkan dapat terus menginspirasi dan melanjutkan perjalanan menuju kesuksesan berikutnya.

popda241.jpg

 Dengan demikian, suksesnya POPDA Kabupaten Magelang Tahun 2024 tidak hanya menjadi pencapaian bagi para atlet, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Magelang untuk terus mendukung dan membanggakan prestasi olahraga anak-anak muda dalam negeri. Semoga semangat ini terus berkobar dan menghasilkan prestasi yang lebih gemilang di masa yang akan datang. (MAAW)

Daftar Atlet SMP Negeri 1 Mungkid Peraih Juara POPDA 2024

popda24.png